Minggu, 01 November 2009

Keraton Kaibon

"Kaibon" berasal dari kata Ka-Ibu-an, yang mengandung arti bahwa Keraton ini diperuntukan bagi Ibunda Sultan. Pada saat Sultan Muhammad Rafiudin seharusnya sudah memimpin untuk menggantikan pemerintahan ayahnya yang mangkat yaitu Sultan Muhammad Syafiudin, ketika itu beliau masih berusia 5 bulan, sehingga untuk melanjutkan pemerintahan Banten pada waktu itu, Ibunda Sultan Rafiudin yang bernama Ratu Asiyah menggantikan kedudukan putra mahkota sampai Sultan dewasa. Oleh karena itulah maka Keraton ini dinamakan Kaibon. Letaknya kurang lebih satu Km sebelum masjid Agung Banten, atau tepatnya berlokasi di kampung Kroya. Bersamaan dengan penghapusan Kesultanan Banten tahun 1813, Keraton Kaibon ini dibongkar oleh pemerintah Hindia Belanda dibawah pimpinan Daendels.
Batu bata dan bahan-bahan bangunan lainnya yang masih bias dipakai diboyong ke kota Serang untuk dimanfaatkan membangun gedung Kresidenan, Kabupaten dan beberapa gedung lainnya. Sehingga yang ada kini hanyalah puing-puing dari reruntuhan bekas bangunan Keraton Kaibon.

0 komentar:

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP