Minggu, 01 November 2009

Air Terjun Curug Gendang

Berada di ketingian 170 meter dari permukaan laut dan jauh dari keramaian kota, suara gemuruh air terjun bahwa musim semi berasal dari hulu Gunung pangajaran itu merasa benar-benar terpesona. Air terjun setinggi 7 meter dengan kedalaman 13 meter dan luas 10 meter yang berada di daerah Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang bernama Curug Gendang. 'Curug' berarti air terjun dan menurut kepercayaan penduduk setempat, suara jatuhnya air terjun itu sangat mirip dengan suara gemuk atau drum. Kemudian air terjun yang semula bernama Curug Citajur lebih dikenal dengan istilah Curug Gendang.

Jalan setapak dan pemandangan
Dari jalan raya Carita, dengan jarak 2 kilometer menuju Curug Gendang, diperlukan oleh waktu sekitar 30 menit berkendaraan. Tapi kemudian kendaraan harus ditinggalkan di area parkir dan pengunjung yang ingin menikmati air yang jelas dia Curug Gendang harus bersedia off-road. Hati-hati, jalan setapak yang diikuti itu berbatu juga licin, karena kelembaban hutan dataran rendah yang selalu dibasahi jalan.

Sekitar satu kilometer perjalanan itu rumit, naik dan turun menuju lokasi akan menjadi pengalaman eksplorasi khusus karena sepanjang perjalanan pengunjung bisa menikmati keindahan pemandangan yang tersebar kami. Berbagai macam tanaman yang tumbuh liar, seperti pohon durian dan sebagainya membawa suasan sejuk yang alami. Para kicau suara burung juga berbagai fauna seperti monyet yang berkeliaran juga memberi kesan keindahan lokasi Curug Gendang.

Bukan hanya itu, jalan setapak di antara punggung gunung di pinggir jurang menuju curug juga memberikan pemandangan lautan yang membuka daerah tersebut, dia hijau pepohonan di kaki bukit bahkan Gunung Krakatau sejauh itu rupanya. Yang panorama alam yang abadi.

Mengunjungi atau berkemah
Tiba di lokasi, gemuruh dan percikan air terjun Curug Gendang mulai dibahas. Jelas dia air membuat siapa pengunjung ingin segera untuk menikmati dia dengan merendam kaki kedua setelah lelah pergi. Air nya terasa dingin dan tenang. Ingin dilanjutkan dengan merendam seluruh tubuh alias mandi? Harap kemudian. Ketika tertentu, jika kebetulan punya anak-anak desa yang juga berkunjung ke Curug Gendang, kita akan menyaksikan atraksi gratis dari mereka yang masuk bebas dan berenang di bawah air terjun. Mereka sangat pandai melakukan itu.

Di sekitar lokasi air terjun juga tersedia area yang sering digunakan oleh pengunjung untuk berkemah dengan hanya membayar Rp.3000 per orang selama satu malam. Bagi mereka yang ingin merasakan petualangan di alam liar berada di luar, menghabiskan malam di lokasi Curug Gendang patut dicoba.

Sejarah
Curug Gendang merupakan tempat yang cukup bersejarah bagi perjuangan bangsa pada masa penjajahan Belanda dahulu. Menurut cerita rakyat sekitar, Atraksi Wisata Alam yang saat ini sering dikunjungi oleh wisatawan baik lokal dan negara-negara asing ini dapat digunakan sebagai wilayah persembunyian para pahlawan selama perang. *** Sumber dari Banten pariwisata
Posted by Hikaritravel at 8:45
Labels: Banten Anyer Place Of Interest, Wisata

Read more...

Sekilas KRAKATAU

Krakatau adalah gunung berapi aktif di selat sunda, terkenal dengan big bang 1883 dengan menghancurkan wilayah sekitarnya dengan jumlah 36.000 kematian manusia, kemungkinan bahwa Big Bang adalah salah satu letusan gunung berapi terbesar dalam sejarah umat manusia. Kita akan melihat kemungkinan untuk mendarat di gunung berapi.

Read more...

Keraton Kaibon

"Kaibon" berasal dari kata Ka-Ibu-an, yang mengandung arti bahwa Keraton ini diperuntukan bagi Ibunda Sultan. Pada saat Sultan Muhammad Rafiudin seharusnya sudah memimpin untuk menggantikan pemerintahan ayahnya yang mangkat yaitu Sultan Muhammad Syafiudin, ketika itu beliau masih berusia 5 bulan, sehingga untuk melanjutkan pemerintahan Banten pada waktu itu, Ibunda Sultan Rafiudin yang bernama Ratu Asiyah menggantikan kedudukan putra mahkota sampai Sultan dewasa. Oleh karena itulah maka Keraton ini dinamakan Kaibon. Letaknya kurang lebih satu Km sebelum masjid Agung Banten, atau tepatnya berlokasi di kampung Kroya. Bersamaan dengan penghapusan Kesultanan Banten tahun 1813, Keraton Kaibon ini dibongkar oleh pemerintah Hindia Belanda dibawah pimpinan Daendels.
Batu bata dan bahan-bahan bangunan lainnya yang masih bias dipakai diboyong ke kota Serang untuk dimanfaatkan membangun gedung Kresidenan, Kabupaten dan beberapa gedung lainnya. Sehingga yang ada kini hanyalah puing-puing dari reruntuhan bekas bangunan Keraton Kaibon.

Read more...

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP